Gotong Royong

Menimbang, mengingat dan menindaklanjuti berdasarkan surat Kepala Kelurahan Tanjungpinang Kota pertanggal 17 Desember 2009 dengan nomor: 005/Pemb.&Pemd.Masy./30 tentang Penilaian Tim Adipura Kota Tanjungpinang maka, dipandang perlu menyampaikan undangan ini kepada seluruh lapisan masyarakat Tanjungpinang Kota agar dapat hadir:

Hari/Tanggal : Sabtu/19 Desember 2009
Pukul : 07:00 wib
Tempat : sekitar Jl. Merdeka dan Jl. Ketapang
Acara : Gotong Royong Massal

Mohon bantuan dan partisipasi setiap warga untuk membangun kebersamaan dan kekeluargaan di sekeliling kita.

Demikian saya sampaikan agar menjadi perhatian.

atas nama Kepala Kelurahan Tanjungpinang Kota,
tertanda,
Ketua RW VII Tanjungpinang Kota,
Wison, SE

Baca Selengkapnya...

Kelurahan Bebas Jentik

Menimbang, mengingat dan ditindaklanjuti berdasarkan surat Kepala Kelurahan Tanjungpinang Kota pertanggal 24 Nopember 2009 dengan nomor: 443.33/KESSOS/223 tentang Perlombaan Kelurahan Bebas Jentik.

Sehubungan dengan surat Dinas Kesehatan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor: 2155/443.33/2009 pertanggal 23 Nopember 2009 perihal Kelurahan Bebas Jentik se-Kota Tanjungpinang maka, dipandang perlu menyampaikan informasi ini secara luas kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Tanjungpinang sebagai berikut:

  1. Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Surveilens Puskesmas dan Jumantik Se-Kota Tanjungpinang akan mengadakan perlombaan kelurahan bebas jentik dengan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk ke rumah-rumah warga,
  2. Pemeriksaan jentik nyamuk ini akan diambil secara acak oleh Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, masing-masing kelurahan hanya diperiksa 1 (satu) / 2 (dua) RW dengan sample sebanyak 60 rumah per RW,
  3. Waktu pelaksanaan untuk Kelurahan Tanjungpinang Kota, Tim akan turun tanggal 1 Desember 2009.

Berdasarkan maksud diatas, mohon bantuan dan partisipasi setiap warga untuk menjaga serta membersihkan rumah dan lingkungan masing-masing terutama bak-bak penampungan air, kaleng-kaleng bekas dan tempat-tempat yang berkemungkinan bersarangnya jentik nyamuk.

Demikian saya sampaikan agar menjadi perhatian.

atas nama Kepala Kelurahan Tanjungpinang Kota,
tertanda,
Ketua RW VII Tanjungpinang Kota,
Wison, SE

Baca Selengkapnya...

Keluarga Besar INTI PC Tanjungpinang gelar pengkaderan

Ulung Rusman: Kekhawatiran masa lalu harus dihilangkan.

Wakil Ketua DPP Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI), Ulung Rusman, mengungkapkan, masyarakat Tionghoa di Indonesia ternyata hanya diberi kesempatan di bidang ekonomi. Tidak ada celah di bidang lain untuk berkarya. Sehingga masyarakat Tionghoa dijadikan alat politik dan menjadi salah satu korban politik selama Orde Lama dan Orde Baru.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ulung dalam penyampaian materi pada acara pengkaderisasian Generasi Muda (GEMA) INTI Kota Tanjungpinang di YY Resort Pantai Trikora, Bintan, Minggu (16/8) lalu. Acara yang ditaja oleh Keluarga Besar INTI Kota Tanjungpinang bersempena menyambut HUT RI ke-64 dan HUT INTI Kota Tanjungpinang yang pertama.

"Akibat dari terbelenggunya hak masyarakat Tionghoa dan hanya diberi kesempatan dalam bidang ekonomi, akhirnya kelompok Tionghoa menjadi pemain penting dalam perekonomian di Indonesia"

DSC00504

Dijelaskan, penderitaan masyarakat Tionghoa tersebut mencapai puncaknya pada tragedi Mei 1998. Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi seluruh kelompok Tionghoa di Indonesia. Ribuan nyawa hilang sia-sia dan ratusan remaja Tionghoa menjadi korban perkosaan dan penyiksaan. Dalam suasana politik yang kacau-balau tersebut lahirlah INTI. Salah satu tujuan lahirnya organisasi ini karena melihat persoalan yang terjadi pada masyarakat Tionghoa tidak pernah selesai.

Sebab kata Ulung, saat itu hak sebagai warga negara belum dirasakan sepenuhnya oleh kelompok Tionghoa. Banyak produk hukum yang dianggap oleh kelompok Tionghoa cukup diskriminatif. Namun sejak 1998, masyarakat Tionghoa bisa menikmati sebagai warga negara Indonesia seutuhnya dan bisa merasakan hidup kondusif. Karena pemerintah sudah memberikan hak yang sama di mata hukum.

"Sebenarnya diskriminasi tersebut tidak akan bisa hilang dalam kehidupan bermasyarakat. Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama dan golongan. Ini tidak bisa dipungkiri. Hanya saja, kita berharap agar pemerintah jangan diskriminatif pada warga negaranya. Seperti yang dialami masyarakat Tionghoa semasa jaman Orde Baru tersebut", terangnya.

Saat ini masyarakat Tionghoa sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan dan pemerintahan di Republik ini. Sudah banyak dari suku Tionghoa yang punya kedudukan penting di negara ini. Mulai dari Bupati, Walikota, Ketua DPRD, Wakil Gubernur hingga Menteri.

Kenyataan ini membuktikan kalau eksistensi masyarakat Tionghoa sudah diakui. Dengan adanya persamaan hak tersebut, kekhawatiran masa lalu harus dihilangkan. Masyarakat Tionghoa harus berbuat untuk negeri dengan kekuatan yang dimiliki. Karena setiap perjuangan itu butuh pembuktian, tulus dan konsisten.

Memupuk kebersamaan itu bukan di dalam satu golongan saja, tapi juga antar golongan. Seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasar INTI yang salah satu isinya adalah keanggotaan INTI adalah Warga Negara Indonesia dan bukan buat kelompok Tionghoa saja.

Ulung mencontohkan dalam kegiatan pengkaderan tersebut, secara kuantitas kita banyak, namun secara kualitas kita satu, yakni makhluk Tuhan yang harus berinteraksi dengan sesama. Di dalam kebersamaan tersebut harus punya satu hati. Prinsip seperti ini sudah dibuktikan dalam berbagai program INTI.

Artikel ini disadur dari Koran Peduli rubrik Tanjungpinang pertanggal 19/08/2009 halaman 5 kolom 2.

Baca Selengkapnya...

Dirgahayu Republik Indonesia LXIV

Thema :
Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2009

Slogan :
Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kedewasaan Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi serta Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia yang Bersatu, Aman, Adil, Demokratis dan Sejahtera

Baca Selengkapnya...