Mau jadi apa kalo tarif dasar listrik naik terus.

Hari begini, masih ada aja cara-cara pemerintah untuk mendapat uang keringat hasil jerih payah masyarakat! Ga peduli yang penting retribusi dalih naikin Pendapatan Asli Daerah.

Ternyata memang tidak ada orang jago dan hanya orang bodoh dan patuh di pemerintahan. Syukurlah akhirnya memang ini lah "INDONESIA RAYA", tak lain dan tak bukan.

Tanpa disadari sih! Setiap kenaikan apa aja, apalagi berhubungan dengan pemerintah dan Badan Usaha milik Plat Merah ini, pasti berdampak inflasi. Contoh paling mudah: kenaikan gaji PNS, kenaikan Tarif Air, kenaikan uang sampah, kenaikan uang kopi, kenaikan uang-uang-uang… semua berpotensi menyebabkan inflasi.

Ga tau lagi sebenarnya fungsi pemerintah itu apa!!! Bilang ngatur kaga, bilang koruptor ya ada juga, bilang drakula manjur juga, ye… apa bener itu manusia yang dibutuhkan dipemerintahan.

Dalam kondisi apa saja, rakyat yang tidak berstatus ini berteriak, berjerit atau apa aja, koq masuk kiri keluar kiri sih (filtrasi) sorry kaga denger!

Gue ga akan sama kan dengan pusat, cukup di daerah yang jumlah penduduknya sekitaran 120-an ribu orang ini termasuk mereka yang berstatus merah. Kondisi Ekonomi yang kian hari kian kaga jelas, upaya-upaya pemangkasan biaya hidup yang bertubi-tubi, sampe-sampe harus bela-belain jual dan gadai, untuk menyambung hidup. Tapi ini tidak berlaku kepada PNS! Karena mereka udah pinter cari duit daripada hanya menerima gaji rakyat yang tidak tergolong kecil. Mestinya mereka (Merah) ini merupakan orang yang boleh dikatakan manusia udah hebat tapi koq kaga ada akal sehat sih.

Kenaikan listrik ini juga tidak berdampak pada mereka. Jelas karena rakyat biasalah yang akan bayarin. Weleh-weleh berarti ada sedikit pengeluaran yang ga transparan lagi nih. Paling yang bisa terungkap sedikit dari mulut kita adalah ("cape deh" kapan gue bisa jadi PNS).

Kenaikan tarif listrik dalam kondisi ekonomi yang sangat amat sangat terpuruk ini, tidak akan merubah kondisi keuangan "BUMD" ataupun "KAS DAERAH" menjadi membaik (katanya), jelas rakyat akan berusaha semaksimal mungkin memotong pengeluarannya, contoh matiin meteran di siang bolong hidupin di malam hari, dan matiin pada saat mau tidur. (Ini sih mengundang Maling bersenter).

Sebenarnya perlu ada orang pinter yang bisa menghitung regresi, relasi dan korelasi yang timbul pada saat mengambil sebuah kebijakan dan keputusan. Kalo aja mereka menjawab itu semua computer yang berbicara maka, lebih baik kita gajiin aja computer ketimbang gajiin sampah yang ga bertanggungjawab.
Enteng kali kalo kita Tanya mengapa kenapa dan bagaimana! Jawabannya hanya gue ga tau karena computer yang menghitung.

Bubarkan Pemerintahan Daerah yang ada sekarang pecat atau mutasikan manusia ini ke tempat lain, adakan pemilihan sebesar-besarnya untuk memilih seluruh jajaran oleh rakyat dan jalankan sesuai dengan apa yang telah diatur oleh peraturan maka, ekspektasi perubahan juga minimal bisa dipertanggungjawab apalagi pengangkatan PNS sekarang ada di daerah.

0 comments: