Ngemis masih membudaya di Indonesia

Hari begini budaya minta-minta koq masih hidup di bumi Indonesia, ga pejabat ga pegawainya!!! mau jadi apa negeri sial ini. Sudahlah menjalankan tugas kaga pake tanggung jawab eh, minta pula Tunjangan Hidup ama mereka yang dipaksa bayar gaji. "A*U"

Kalo begini terus!! mendingan tsunami aja deh biar mampus kita semua...

Ga habis pikir!! ini mereka mau jadi apa sih setelah mati... Jadi Nabi Rasul kali ya...

Makin hari makin lepas kendali, jadi pengen tonjok deh mereka yang mendatangi toko ke toko, pt ke pt, cv ke cv dan rumah ke rumah!!

Apa kurangnya rakyat kecil yang udah memberikan penghidupan kepada mereka... Masih juga pengen jadi bandit di siang bolong dengan mengenakan seragam kebanggaannya.

Gue Kutuk - Kutuk dan Kutuk sejuta kutuk kepada mereka yang telah melakukan prilaku bangsat ini!!!

Kalo KALIAN tidak bisa mawas diri maka, kembalilah kalian ke sisi Allah SWT jadilah rasulnya biar hidup rakyat tidak berstatus bisa lebih tenang dan nyaman tanpa keberadaan kalian.

Tanpa kalian Indonesia juga tidak hilang koq...

Dari Tahun ke Tahun jumlah pegawai yang tidak pernah berkurang atau paling tidak equilibrium justru menyebabkan peningkatan expenditure masyarakat yang harus menguras keringat yang jauh lebih banyak kebutuhan dan keperluan (needs and wants) yang lebih urgen.

Sudah lah kerja kaga kerja dapat gaji, tidak pernah mementingkan khalayak kelompok lebih besar malah sebaliknya mengangkangi tugas pengayoman dan jadi babu masyarakat pada umumnya.

Waspadalah-waspadalah, jangan sampai budaya siram minyak tanah dan mancis mewarnai Kota Tanjungpinang... Sayang telah merusak kekondusifan hidup berbangsa dan bernegara, karena hal ini telah menjadi perilaku manusia yang lebih menjadikan pendekatan kekuasaan dan jabatan seolah-olah disambar petir serasa kena ciuman perek.

0 comments: