Kursi Panas apa dingin #1
Tahapan Pilwako periode ini yang masih dinilai cacat hukum (mental kali,
) masih berlanjut tanpa pasangan Andi Rivai ~ Rudi Chua oleh KPUD. Sangat Ironis dengan diturunkan seluruh perangkat pemerintah yaitu RT/RW yang bersusah payah mendata keabsahan data pemilih tetap di Kota Tanjungpinang akhirnya KPUD juga mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk Kertas Suara (lebih dari 4.000 lembar suara yang tidak jelas buat apa), mencetak Kartu pemilih walau sudah jelas Kartu Tanda Penduduk (KTP) jelas lebih efektif menunjukan pemilih sah apa tidak dengan terlebih dahulu disosialisasikan oleh Pokja KPUD, namun akhirnya semua berubah, ya biasa undang dan bakwan kali.
Baik kita mulai dari pasangan #1 ~ Suryatati ~ Edward.
Khusus pasangan ini jelas saya katakan pasangan paling tidak masuk nalar, udah lah tahu incumbant dan masih menjabat buat apa melakukan pemaparan, akhirnya apa? ketahuan deh belangnya. Contoh saja renstra (rencana strategis 5 tahunan) diantaranya Pendidikan dan Kesehatan yang katanya gratis. Hal ini perlu dipertanyakan kenapa harus nanti dan bukan 13 tahun yang lalu.
Terpaksa yang satu ini secara pribadi saya anulir dari daftar calon pertimbangan.
Selain itu ternyata laporan dari salah satu media cetak menyebutkan pasangan ini dalam sorotan hantu blau!!!
Apa saja? yang pasti soal pemindahan kantor Walikota Tanjungpinang ke Sei Bauk!?! kenapa? oh ternyata, tidak memiliki listrik dan air. Tetapi ini tidak penting! Ternyata ada suara rakyat yang lebih harus diperhatikan.
"Pasalnya, masyarakat mengeluh pelayanan birokrasi yang selama kepemimpinan pasangan ini terasa berbelit sembelit, sekarang ditambah mau urusan saja juga makin dipersulit, ha??? oh rentan jarak yang melebihi dan diluar jangkauan ternyata. Ternyata Walikota yang bakal dipilih kembali telah berusaha menciptakan biaya hidup terlalu tinggi!" ![]()
Sampe disini dulu, kalo tidak cape deh bacanya... NEXT>>>





0 comments:
Poskan Komentar