Hendry Frankim vs Suryatati A. Manan
Inilah bukti ketidakmampuan SDM Indonesia menangani permasalahan sepele, gimana mau bicara yang lebih besar lagi. Pantes Gedung MPR/DPR RI setiap hari tidak pernah tenang - Indonesia tidak bakal tenang.
Kembali kepada delik hukum awal yaitu Pencemaran Nama Baik "Cina - Bodoh". Ora ngerti Sarjana-sarjana hukum dari mana? Jadi pengen tahu Universitas yang melahirkan SDM yang akhirnya menjadikan hakim, jaksa dan pengacara. "SAMPAH"
Ngapain sampai baca puisi segala, bicara pelecehan lembaga negara segala, ya udah tau Indonesia Raya buat apa dibahas.
Saya memang tidak berlisensi untuk membahas persoalan ini dan tidak patut juga saya beracara di Pengadilan namun apa tidak sepantasnya mengakhiri masalah ini. Saya terus terang tidak suka dengan kedua sosok ini, tapi tidak pula saya coba memihak salah satunya. Tapi objek permasalahan ini kan cuman "CINA". Mau menang bukanlah susah, yang merasa bukan "CINA" ya buktikan dia bukan "CINA".
Banyak sekali cara-cara yang ilmiah yang bisa digunakan salah satu adalah tetes darah, "EMANG FILEM SILAT" :P
Wong Setiawan Djodi aja berani membuktikan anak atau tidak dengan pengetesan DNA! ya kalo tidak pengen mahal paling tanyakan siapa bidan yang menyalin, atau tes kepekatan bronkis aja. ILMIAH
GITU KOQ REPOT.
Orang macam itu mana bisa jadi pemimpin, wong yang sepele aja kaga ngerti ngurus, gimana mau ngurus yang lebih besar lagi. Belon lagi kedua sibuk saling menjatuhkan dalam kompetisi PILWAKO!





