Hendry Frankim vs Suryatati A. Manan

Wah, perseteruan antar DPD Provinsi Kepulauan Riau dengan Walikota Tanjungpinang Suryatati A Manan, makin membosankan udah masuk ke sidang ke 21 tanpa hasil. "CAPE DEH"
Inilah bukti ketidakmampuan SDM Indonesia menangani permasalahan sepele, gimana mau bicara yang lebih besar lagi. Pantes Gedung MPR/DPR RI setiap hari tidak pernah tenang - Indonesia tidak bakal tenang.

Kembali kepada delik hukum awal yaitu Pencemaran Nama Baik "Cina - Bodoh". Ora ngerti Sarjana-sarjana hukum dari mana? Jadi pengen tahu Universitas yang melahirkan SDM yang akhirnya menjadikan hakim, jaksa dan pengacara. "SAMPAH"
Ngapain sampai baca puisi segala, bicara pelecehan lembaga negara segala, ya udah tau Indonesia Raya buat apa dibahas.

Saya memang tidak berlisensi untuk membahas persoalan ini dan tidak patut juga saya beracara di Pengadilan namun apa tidak sepantasnya mengakhiri masalah ini. Saya terus terang tidak suka dengan kedua sosok ini, tapi tidak pula saya coba memihak salah satunya. Tapi objek permasalahan ini kan cuman "CINA". Mau menang bukanlah susah, yang merasa bukan "CINA" ya buktikan dia bukan "CINA".

Banyak sekali cara-cara yang ilmiah yang bisa digunakan salah satu adalah tetes darah, "EMANG FILEM SILAT" :P
Wong Setiawan Djodi aja berani membuktikan anak atau tidak dengan pengetesan DNA! ya kalo tidak pengen mahal paling tanyakan siapa bidan yang menyalin, atau tes kepekatan bronkis aja. ILMIAH

GITU KOQ REPOT.

Orang macam itu mana bisa jadi pemimpin, wong yang sepele aja kaga ngerti ngurus, gimana mau ngurus yang lebih besar lagi. Belon lagi kedua sibuk saling menjatuhkan dalam kompetisi PILWAKO!

Baca Selengkapnya...

Kapan Indonesia dapat menyaingi Singapore???

Dalam acara Citibank Legacies of Leadership yang diadakan di Hotel Mulia - Senayan - Jakarta, dihadiri Om Lee Kuan Yew pada tanggal 24/7. Dari berita yang saya baca di media Batam Pos dan The Jakarta Post, umumnya mengutip secara gamblang tentang ketidakharmonisan legislatif dengan eksekutif, kebijakan dan kasarnya ekonomi Indonesia pasca 1998.

Namun terus terang menurut saya sih, Om Kuan Yew terlalu sopan untuk membicarakan kejelekan Indonesia yang katanya adanya wajah perekonomian Indonesia sudah berubah nah perubahan apa sih sebenarnya yang dimaksud Om tersebut, jujur saja kalo saya katakan pasca krisis ekonomi Indonesia yang hampir 10 tahun ini justru tidak membaik sama sekali bahkan terpuruk dari yang terpuruk dengan angka pengangguran yang mencapai hampir 10000% apa itu namanya membaik???

Kalo soal adanya peningkatan harga jual komoditi Indonesia sebagai tanda peningkatan ekonomi Indonesia ya! jelas perlu evaluasi kembali dimana Indonesia selalu menerapkan sistem always up and no down one menjadikan kita semakin harus kencangkan gasper sekencang2 mungkin dan menguras semakin banyak keringat untuk berpikir gimana untuk survive?

Sindiran yang diberikan Om kepada perwakilan pemerintah Indonesia dengan contoh Foreign direct investment (FDI) yang diterapkan di Cina menjadikan peringatan dini untuk Indonesia, agar bisa berpikir lebih sehat jasmani dan rohani. Bayangkan saja apa mungkin menciptakan lapangan untuk menampung 10 sampai 15 juta pekerja di Indonesia? syukur-syukur besok-besok kaga ada TKI atau TKW lagi bahkan mimpi tidak melihat mereka yang tinggal dibawah kolong jembatan kali.

Waduh yang kasian ma mereka yang udah kesulitan mendapat penghasilan untuk membuka lapangan kerja baru untuk mereka yang kaga ada kerjaan. PUsIIIiiiiIIIiiing.

Belon lagi soal KEK yang tidak tau bagus apa tidak ini lagi. Optimis? jangan dulu deh saya tidak akan komentar banyak nanti kita liat aja OKE?

Selagi manusia yang selalu penuh dengan kepentingan individu ama kelompoknya dan penciptaan kebijakan yang selalu dimata saya seperti cerita tak bersambut "MIMPI kali yee".

Mau menyamai atau bersaing menjadi Singapura mungkin 1000 tahun lagi kalo unsur manusia yang ada cuman tau teriak ini itu kaga pinter bekerja dan tidak berkompentensi dijabatan sekarang.
Artinya apa, ya tetap aja kita harus gigit jari terus deh!!!

Baca Selengkapnya...

Cuap-Cuap Warung Kopi: Seperti Garuda

Yang satu ini merupakan temen baru, tapi dari apa yang saya ketahui ternyata merupakan ekspresionis juga dan mampu mengekspresikan diri selain hobby bolanya. Melalui tulisan-tulisannya yang menurut saya bagus, contoh bagaikan garuda di kandang ayam, menurut saya sih cukup menarik kepengen baca juga? ikuti yang satu ini >> Seperti Garuda

Dan yang lain juga cukup menarik seperti tulisan pendek yang satu ini "kaleng gendang yang soak suaranya..." di Dunia Berisik

Baca Selengkapnya...

She's done it again.

Sebagai pejabat ketua rw di lingkungan sendiri kalo tidak ada yang bocorin maka, jelas aku kaga tau.

Atas nama Walikota di masa-masa sensitif dengan persoalan pemilihan walikota Tanjungpinang ini, justru jurus macam itu lah yang masih ampuh.

Semua warga harus hadir karena Walikota mengundang, tapi heran kenapa semua ketua lingkungan dipanggil kecuali saya sendiri yang tidak...

Coba, tanya kenapa...

Baca Selengkapnya...